Hai Coalmates

Membahas postingan sebelumnya bahwa penggunaan tisu secara berlebihan dapat merusak lingkungan terutama hutan.

Ayo mulai membiasakan diri untuk mengganti penggunaan tisu dengan handuk kecil atau sapu tangan ketika hendak beraktivitas, seperti: selesai makan, mencuci tangan, ke toilet, dan sebagainya. Selain dapat menghemat penggunaan tissue dan lebih higienis, juga dapat menyelamatkan bumi kita terutama melestrikan hutan di Indonesia.

“Untuk membuat 3,2 juta ton tisu toilet, produsen harus menebang 54 juta batang pohon dan setiap harinya, sekitar 270.000 pohon yang ditebang berakhir di tempat sampah. Dan 100% dari jumlah itu berasal dari tisu toilet” – (World Wildlife Fund).

#SlowYourRoll

Hai Coalmates

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah lepas dari tisu. Misalnya untuk penggunaan setelah makan, cuci tangan, sampai ke toilet. Pada penggunaan tisu, mulailah mengganti tisu dengan sapu tangan. Ini sebenarnya jauh lebih aman karena di dalam tisu daur ulang banyak mengandung zat pemutih yang dapat memicu kanker, terkadang juga bakteri E.coli. Jika terpaksa, maka lakukan penghematan.

Ayo mencoba membiasakan diri untuk menghemat penggunaan tisu, maka kita telah melakukan aksi nyata menyelamatkan hutan sebagai bukti bahwa kita cinta bumi ini. Ayo selamatkan hutan kita, sebelum terlambat!

Hai Coalmates

Dalam urusan kerja, penggunaan kertas tampaknya tak dapat dipisahkan dari kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk membuat laporan kepada atasan, mempersiapkan materi pertemuan, dan rapat mingguan di kantor. Salah satu upaya yang bisa dilakukan secara individual adalah memiliki terlebih dahulu kesadaran untuk berhemat menggunakan kertas.

Hemat menggunakan kertas artinya ikut membantu menyelamatkan bumi, yaitu mengurangi penebangan hutan alam dan menjaga lingkungan. Semakin banyak hutan alam ditebang, maka semakin buruk keadaan bumi kita. Bijaklah dalam penggunaan kertas dan efisien dalam penggunaannya, seperti mencetak bolak-balik, menggunakan kertas bekas yang dapat dimanfaatkan kembali, mendaur ulang kertas yang tak terpakai, dan memilih produk kertas yang berasal dari proses produksi ramah lingkungan.

Tiredearth, setiap 12.000 kertas yang dihasilkan mengorbankan satu pohon di hutan”.

Tema Bulan K3 Nasional Tahun 2020, yaitu “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Keerja (K3) pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.

Sesuai dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah bahwa “Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat”.

Batubara adalah bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuh-tumbuhan yang hidup dan telah mati sejak 100-400 juta tahun yang lalu. Energi dari batubara yang kita gunakan pada saat ini berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah menyerap energi dari sinar matahari pada jutaan tahun yang lalu. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tumbuhan menyerap energi dari sinar matahari, mengolahnya menjadi karbohidrat melalui proses fotosintesis [n CO2 + 2n H2O + energi → 2(CH2O)n + 2n O2].

Pada kondisi normal, tumbuhan yang mati akan terurai dan hancur di dalam tanah. Namun pada pembentukan batubara ratusan juta tahun silam hal ini tidak terjadi. Hal ini dikarenakan fenimena alam yang terjadi pada saat itu. Berdasarkan penelitian, hutan yang ada di ratusan juta tahun yang lalu tersebut tertimbun oleh banjir, lumpur, rawa, atau air asam. Sehingga menyebabkan energi karbohidrat yang terkandung di dalam tanaman tersebut terkunci dan tidak dapat terurai oleh alam. Selama jutaan tahun, lapisan tanah di atas tanaman-tanaman hutan tadi akan terus meningkat dan menciptakan tekanan yang sangat besar. Ditambah dengan panas yang berasal dari dalam bumi, secara perlahan tanaman-tanaman tadi akan membentuk batubara.

Proses pembentukan batubara sangat mempengaruhi kualitas dari batubara itu sendiri. Semakin padat batubara tersebut akibat tekanan alami yang dialaminya, akan semakin tinggi kualitasnya. Berdasarkan kualitas inilah batubara lebih lanjut diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Lignite atau juga dikenal dengan sebutan batubara coklat, adalah jenis batubara yang paling rendah kualitasnya.
  • Sub-bituminous adalah jenis batubara sedang di antara jenis lignite dan jenis bituminous. Secara fisik memiliki ciri-ciri berwarna coklat gelap cenderung hitam.
  • Bituminous, adalah jenis batubara yang lebih tinggi tingkatan kualitasnya. Mayoritas berwarna hitam, namun kadang masih ada yang berwarna coklat tua. Dinamakan bituminous dikarenakan adanya kandungan bitumen/aspal.
  • Anthracite adalah jenis batubara yang paling baik kualitasnya. Penggunaan batubara anthracite pada pembangkit listrik tenaga uap, masuk ke dalam jenis batubara High Grade dan Ultra High Grade. Namun persediaannya masih sangat terbatas, yaitu sebanyak 1% dari total penambangan batubara.

[Sumber: artikel-teknologi.com]

Batubara selain untuk dapat diolah dalam bentuk energi listrik ternyata memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita, yaitu sebagai pemanas rumah hingga untuk memasak. Oleh karena itu, kamu perlu tahu tentang berbagai manfaat penggunaan batu bara ini dalam kehidupan.

Manfaat Batubara dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Sumber Tenaga Pembangkit Listrik

Manfaat batubara yang yang mungkin sudah banyak diketahui adalah sebagai tenaga pembangkit listrik. Selain Indonesia, batu bara juga merupakan bahan bakar utama pada pembangkit listrik di beberapa negara seperti China, India, Australia, Jepang, Jerman dan beberapa negara lain.

  • Menghasilkan Produk Gas

Batubara menjadi salah satu energi yang dapat menghasilkan suatu produk gas. Gas alam yang dapat keluar ini berasal dari batu bara yang masih ada di dalam tanah. Batu bara yang ada di dalam tanah dapat secara langsung menghasilkan gas alam. Selanjutnya, gas alami yang dihasilkan oleh batu bara murni tersebut akan diolah di tempat pertambangan dan bisa menjadi berbagai produk, misalnya untuk bahan bakar industri, pembangkit listrik tenaga gas, serta produk hidrogen dan solar. Jadi manfaat batu bara selanjutnya adalah untuk menghasilkan produk gas.

Manfaat Batubara untuk Industri

  • Mendukung Produk Industri Alumunium

Manfaat batubara lainnya adalah salah satu bahan bakar yang mendukung industri alumunium. Bahan ini dapat kita peroleh sebagai hasil sampingan dari proses oksidasi besi pada aktivitas industri baja.

Gas dan panas kokas dari batu bara ini dapat memisahkan beberapa produk baja sehingga dapat menghasilkan produk alumunium yang dipakai untuk berbagai jenis industri, seperti industri pertanian, peralatan dapur, konstruksi serta industri lainnya.

  • Membantu Industri Produk Baja

Manfaat batubara selanjutnya adalah membantu industri produk baja. Baja adalah salah satu bahan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dari baja, bisa dihasilkan berbagai macam barang yang bisa membantu kehidupan manusia sehari- hari, seperti peralatan kesehatan, peralatan pertanian, peralatan transportasi, bahkan juga mesin-mesin yang digunakan dalam rumah tangga.

  • Bahan Bakar yang Berbentuk Cair

Selain itu, manfaat batubara lainnya adalah sebagai bahan bakar berbentuk cair. Minyak merupakan salah satu bahan bakar yang dibutuhkan oleh orang banyak dan persediaannya akan cepat habis apabila digunakan dengan boros.

Batubara ternyata bisa juga dijadikan bahan bakar berbentuk cair yang bisa menggantikan bahan bakar minyak. Pada dasarnya pengolahan batubara menjadi bahan bakar yang berbentuk cair akan mengubah batubara bubuk atau bongkahan yang kemudian dilarutkan dalam suhu yang tinggi.

Manfaat Batu Bara Lainnya

  • Membantu Industri Produk Semen

Selain itu, manfaat batubara ternyata juga merupakan bahan hasil bumi atau galian yang dapat membantu dalam industri produksi semen, bahkan bisa dikatakan sebagai bahan bakunya. Meskipun bukan sebagai bahan baku dalam hal materialnya, namun batu bara digunakan dalam proses pembakarannya.

  • Membantu Industri Kertas

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa panas yang dihasilkan oleh batubara ini sangat tinggi sehingga banyak digunakan dalam perindustrian. Selain industri semen dan juga baja, manfaat batubara juga digunakan dalam industri kertas.

Batubara sangat mumpuni dalam hal ini karena panas yang dihasilkan batubara sangat stabil di dalam satu mesin pengolahan serat yang digunakan untuk industri bahan baku kertas. Jika kita menggunakan bahan bakar selain batubara, mungkin beberapa produk dari kertas tidak akan bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari- hari.

(Sumber: www.hot.liputan6.com/manfaat-batu-bara-untuk-kehidupan-sehari-hari-serta-jenisnya)

Batubara yang semula merupakan bahan bakar, dapat menjadi perhiasan cantik yang bernilai tinggi. Ide kreatif ini diciptakan oleh mojang asal Bandung , yaitu Alvinska Octaviana. Perhiasan yang berhasil dibuat, seperti anting, kalung, gelang, dan lain sebagainya. Menurut Liputan6.com selain Alvinska Octaviana, kerajinan unik ini juga di dukung oleh pengrajin yang berasal dari Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat. Ia juga bekerjasama dengan pegawai tambang yang sudah di PHK akibat penutupan Perusahaan. Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan perhiasan tersebut didapatkan dari pertambangan sekitar. Perhiasan yang dihasilkan tersebut memiliki daya jual yang cukup tinggi dan cukup diminati karena keunikannya. Menurut Alvinska, batubara yang awalnya hanya dipandang sebagai bahan bakar tak ramah lingkungan memiliki harga dengan kisaran terendah mulai Rp150 ribu hingga tertinggi Rp1.500.000. Dengan adanya karya ini tentunya membuktikan bahwa anak bangsa mampu memiliki ide-ide kreatif dan selalu melakukan inovasi.

(Sumber: www.liputan6.com, Dewi Divianta, 2020)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan salah satu sumber energi listrik di Indonesia dan batubara merupakan salah satu bahan bakar utama PLTU tersebut. Menurut CNBC Indonesia, kontribusi PLTU berbahan bakar batubara masih besar, yakni sebesar 61% dari total produksi listrik nasional.

(sumber: https://www.cnbcindonesia.com)